MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
TENTANG
TARI
TRADISIONAL LAWET
Dosen pembimbing :
Ely Sapto Utomo
Disusun oleh :
Nanda Caesar Novianti
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2020
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Asal-Usul Tari Lawet
2.2 Gerakan Inti Tari Lawet
2.3 Custom Tari Lawet
2.4 Syair Tari Lawet
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
Kata Pengantar
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesempatan kepada
saya untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat
menyelesaikan makalah dengan judul “Teori-Teori Budaya” dengan tepat waktu.
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas bapak Ely Sapto Utomo pada mata kuliah
Ilmu Budaya Dasar di Universitas Gunadarma.
Penulis
mengucapkan terimakasih kepada bapak Ely Sapto Utomo selaku dosen mata kuliah
Ilmu Budaya Dasar. Tugas yang diberikan ini dapat menambah pengetahuan dan
wawasan bagi penulis. Dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
proses penyusunan makalah ini. Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan penulis terima
demi kesempurnaan makalah ini.
Depok, 12 November 2020
Nanda Caesar Novianti
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kebumen
merupakan salah satu kabupaten yang berada di provinsi Jawa Tengah. Secara
geografis, kabupaten Kebumen terletak pada 7°27’ - 7°50’ Lintang Selatan dan
109°22’ - 109°50’ Bujur Timur. Bagian selatan kabupaten Kebumen merupakan
dataran rendah, sedangkan pada bagian utara berupa pegunungan dan perbukitan
yang merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Serayu Selatan.
Sementara itu, di barat wilayah Gombong,
terdapat Kawasan Karst Gombong Selatan sebuah rangkaian pegunungan kapur yang
membujur hingga pantai selatan berarah utara-selatan. Oleh karena itu, terdapat
lebih dari seratus gua berstalaktit dan stalagmit. Sementara itu panjang pantai
hingga 53 km yang sebagian besar merupakan pantai dengan fenomena gumuk pasir.
Luas wilayah kabupaten Kebumen sebesar 1.581, 11
km2 dengan kondisi beberapa wilayah merupakan daerah pantai dan pegunungan,
namun sebagian besar merupakan dataran rendah. Letak geografis Kebumen
menjadikan Kebumen kaya akan potensi alamnya.
Produk unggulan Kebumen seperti gula semut yang
sudah mendunia dan terbukti sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Tidak hanya
kaya akan potensi alamnya saja, Kebumen juga memiliki budaya yang sangat khas,
baik itu baju adat, makanan khas, bahasa, dan tari-tarian. Semua itu, tidak
terlepas dari kekayaan alam Kebumen. Salah satunya tari-tarian yang melukiskan
kekayaan alam Kebumen. Salah satu tarian yang berasal dari Kebumen yaitu tari
Lawet.
1.2 Rumusan Masalah
1. Darimana tari lawet berasal?
2. Bagaimana gerakan inti tari lawet?
3. Bagaimana costum dari tari lawet?
4. Bagaimana syair dari tari lawet?
1.3
Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui darimana
asal usul tari lawet
2. Untuk mengetahui gerakan
inti tari lawet
3. Untuk mengetahui bagaimana
custom dari tari lawet
4. Untuk mengetahui bagaimana
syair dari tari lawet
5. Untuk memperkenalkan dan
mengingatkan budaya tarian tradisional dari Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Asal-Usul Tari Lawet
Tari
lawet adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Kebumen. Bapak Sardjoko
yang lahir di Klaten, tanggal 4 Agustus 1949 merupakan pencipta sahnya. Beliau
merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara. Ibunya berprofesi sebagai penari
topeng, maka tak heran bakat tersebut menurun padanya. Mereka pernah tinggal di
Jl. Cincin Kota, Desa Karang Sari, Kebumen.
Tari
ini tergolong masih muda, Bapak Sardjoko mulai mencipta pada bulan Februari
1989. Awal mula ide pembuatannya adalah kehendak bupati yang menginginkan
pembukaan Jambore Daerah tingkat Jawa Tengah di Widoro Payung berupa tari masal
dari Kebumen. Namun pada
saat itu Kebumen belum memiliki tari tradisional. Maka timbul kenginan dari
Bapak Sardjoko untuk menciptakan tarian khas kebumen.
Pada waktu itu, bapak Sardjoko melakukan survei dan
pengamatan untuk obyek
refleksi budaya ke pantai
selatan Kebumen, tepatnya di daerah Karang Bolong. Mengapa
dipilih Karangbolong, karena di situlah terdapat goa-goa yang menjadi sarang
burung Lawet dengan hamparan laut yang luas di depannya, burung-burung Lawet
yang beterbangan di atas samudra, dan beberapa orang yang memanjat goa untuk
mengambil / panen sarang burung Lawet. Dengan melihat kondisi alam dan
perilaku satwa serta orang yang mengunduh sarang Lawet, maka menjadi inspirasi untuk dituangkan dalam bentuk
gerak tarian dan lagu yang berwujud tari Lawet.
Tari
ini pertama kali ditampilkan pada saat pembukaan Jambore di Widoro pada tanggal
31 Agustus 1989. Pernah juga ditampilkan di lapangan pemandian air panas
Krakal, Alian, kemudian di alun-alun Kebumen pada tahun 1994, selain itu juga
di Stadion Candradimuka, tak hanya itu pernah juga di Semarang, selain itu di
TMII sebagai pengisi anjungan Jawa Tengah, dan pernah juga dilombakan di
alun-alun Kebumen pada tahun 1990, yang diikuti beberapa regu yang
masing-masing regunya terdiri dari 5 penari.
Sang
maestro tari lawet ini mendapatkan penghargan sebagai pencipta tari lawet pada
tahun 1996. Lawet termasuk burung kebanggaan Kebumen yang dapat menghasilkan
sarang burung berharga sangat tinggi. Oleh karena itu, banyak warga setempat
yang menggantungkan hidupnya untuk mengunduh sarangnya. dengan bertaruh nyawa
untuk mengunduh lawet.
Tari Lawet Kebumen mengalami masa kejayaan pada
masa pemerintahan Bupati Amin Sudibyo dengan dimasukkannya tari Lawet dalam
kurikulum wajib sebagai Muatan
Lokal Sekolah Dasar. Namun pada tahun 2005, peraturan tersebut
dihapus dan akibatnya belum ada lagi upaya
pelestarian Tari Lawet (lawet
dance) hingga saat ini. Peran serta Pemda Kebumen serta kebijakan
instansi terkait seperti DISPARBUD dan DIPORA sangat diharapkan untuk kembali
mengangkat dan menjaga kelestarian tari Lawet sebagai aset budaya Kebumen yang berharga.
2.2 Gerakan Inti Tari Lawet
Tari lawet merupakan refleksi budaya
dari ciri khas kebumen yang terkenal dengan sarang burungnya. Burung Lawet
termasuk burung kebanggaan kebumen yang menghasilkan sarang burung lawet yang
harganya sangat mahal. Gerakan tari lawet lincah dan ceria, sesuai dengan
burung lawet tersebut. maka tari lawet itu menggambarkan kehidupan burung yang
berusaha hidup untuk mencari makan sehari-hari.
Tari lawet memiliki
gerakan inti. Gerakan-gerakan tersebut antara lain:
1. Didis
2. Kepetan
3. Lenggut
4. Lincah nyucuk
5. Loncat egot
6. Ngulet/angklingan
7. Ukel nyutuk
2.3 Costum Tari Walet
Kostum tari Lawet juga menggambarkan burung
lawet. Bapak sardjoko juga telah menentukan kostumnya dari atas kepala sampai
ke kaki.
Berikut adalah kostum lengkap tari lawet:
1. Jamang dan Garuda Mungkur, berbentuk burung lawet yang
berwarna
kuning
emas.
2. Baju, berwarna hitam dibagian depan dan berseret putih.
3. Celana, berwarna hitam.
4. Sayap, berwarna
hitam bergambar bulu.
5. Kalung Kace, berwarna dasar merah yang dihiasi dengan
warna kuning emas.
6. Stagen/benting/sabuk, berwarna merah.
7. Slepe, berwarna
dasar merah yang dihiasai dengan warna kuning emas.
8. Ancal, berwarna dasar merah yang dihiasi warna kuning
emas.
9. Rampek, berwarna biru yang menggambarkan pancaran air
laut.
10. Sonder, berwarna putih bergaris tepi biru dan bergambar
lekukan bagaikan gelombang air laut.
11. Ringgel/gelang
kaki, berwarna kuning emas.
2.4
Syair Tari Walet
Tarian khas Kebumen yang berupa tari Lawet ini diiringi dengan musik
gamelan yang disebut dengan Lawet Aneba yang merupakan
singkatan dari Laras
Pelog Patet Barang.
Gambar gamelan
Syair
lagu yang dinyanyikan bersamaan dengan musik saat mengiringi tari Lawet adalah
: “Bambang wetan pratandha wis
gagat enjang. Sesamberane rebut marga mbarubut saking gua Karangbolong. Peksi
lawet ireng menges wulune, cukat trengginas katon gembira aneg luhuring samudra
gung ngupa boga tumekaning surya andalidir para lawet bali maring gua”.
Syair ini intinya menceritakan tentang rutinitas aktivitas burung walet
sehari-hari dari bangun tidur lalu keluar goa untuk mencari makan sampai
kembali lagi kedalam goa saat sore hari.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Tari
walet merupakan tari tradisional yang berasal dari daerah Kebumen, Jawa Tengah.
Tarian lawet dengan gerakan lincah dan ceria tesebut menggambarkan tentang
aktivitas keseharian burung walet dari bangun tidur lalu keluar goa untuk
mencari makan, sampai burung walet pulang ke goa saat sore tiba. Burung walet
juga merupakan burung yang menjadi kebanggaan daerah Kebumen karena burung
walet menghasilkan sarang yang harganya sangat mahal. Burung walet juga
dijadikan sebagai icon dari daerah Kebumen itu sendiri.
3.2 Saran
Tari lawet merupakan bagian dari
kekayaan budaya di Indonesia, sudah sepatutnya budaya yang ada harus
dilestarikan oleh masyarakat Indonesia agar tidak punah dan dilupakan oleh
generasi-generasi selanjutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
http://tari03.blogspot.com/2016/02/tari-lawet-kesenian-dari-kota-kebumen.html
http://macam-macam-tarian-daerah.blogspot.com/2014/06/tari-lawet-dari-kebumen-jawa-tengah.html
https://www.ilmubudaya.com/2019/07/budaya-asli-kebumen-tari-cepetan-dan.html

Komentar
Posting Komentar