MAKALAH

SENI GAMBAR DAN LUKIS BUDAYA LOKAL

“Lukisan Kakak dan Adik Karya Basuki Abdullah”



Dosen pembimbing :

Ely Sapto Utomo

 

Disusun oleh :

Nanda Caesar Novianti

 

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA

2020














DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

2.1     Pengertian Seni Lukis

2.2     Alat dan Bahan dalam melukis

2.3     Lukisan “Kakak dan Adik” Karya Basoeki Abdullah

BAB III PENUTUP

3.1     Kesimpulan

3.2     Saran

DAFTAR PUSTAKA

 


 








KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Seni gambar dan lukis Budaya Lokal ” dengan tepat waktu. Makalah ini disusun guna memenuhi tugas bapak Ely Sapto Utomo pada mata kuliah Ilmu Budaya Dasar di Universitas Gunadarma.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada bapak Ely Sapto Utomo selaku dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Tugas yang diberikan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi penulis. Dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan makalah ini. Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan penulis terima demi kesempurnaan makalah ini.

 

 

Depok, 25 November 2020

Nanda Caesar Novianti


 










BAB I

PENDAHULUAN

1.1               Latar Belakang

Secara historis, seni lukisan sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari mereka.

Pada mulanya, perkembangan seni lukis sangat terkait dengan perkembangan peradaban manusia. Sistem Bahasa, cara bertahan hidup (memulung, berburu, dan memasang perangkap, bercocok tanam), dan kepercayaan (sebagai cikal bakal agama) adalah hal-hal yang mempengaruhi perkembangan seni lukisan. Pengaruh ini terlihat dalam jenis obyek, pencitraan dan narasi didalamnya. Pada masa-masa ini, seni lukis memiliki khusus, misalnya sebagai media pencatat (lukisan dalam bentuk seni rupa).

Perkembangan seni lukis diikuti dengan banyaknya seniman lukis yang terjun, salah satunya adalah pelukis terkenal adalah Basoeki Abdullah. Basoeki Abdullah lahir di Desa Sriwidari, Surakarta Jawa Tengah, 27 Januari 1915 dengan Indonesia yang masih berstatus Hindia Belanda. Lahir dari pasangan R. Abdullah Suryosubroto dan Raden Nganten Ngadisah. Kakek Basuki Abdullah adalah seorang figure sejarah Kebangkitan Nasional Indonesia, yaitu dokter Wahidin Sudirohusodo. Ayahnya adalah seorang pelukis juga, salah satu tokoh Mooi indie. Yang salah satu karya lukisannya yang berjudul “kakak dan adik” pada tahun 1971. merupakan salah satu karyanya yang menunjukkan kekuatan penguasaan teknik realis. Dengan pencahayaan dari samping, figur kakak dan adik yang dalam gendongan terasa mengandung ritme drama kehidupan. Dengan penguasaan proporsi dan anatomi, pelukis ini menggambarkan gerak tubuh mereka yang mengalunkan perjalanan sunyi. Suasana itu, seperti ekspresi wajah mereka yang jernih tetapi matanya menatap kosong. Apabila dengan pakaian mereka yang bersahaja dan berwarna gelap, sosok kakak beradik ini dalam selubung keharuan. Dari berbagai fakta tekstur ini, Basuki Abdullah ingin mengungkapkan empatinya pada kasih sayang dan kemanusiaan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa itu pengertian seni lukis?

2. Apa saja alat dan bahan yang diperlukan?

3. Penjelasan Lukisan karya Basoeki Abdullah dengan judul “Kakak dan  

Adik”.

1.3 Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.

1.  Untuk memenuhi tugas mata kuliah Seni Budaya Dasar di Universitas Gunadarma.

2. Untuk mengetahui Lukisan “Kakak dan Adik” karya Basoeki Abdullah.

 








BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1  Pengertian Seni Lukis

https://images.app.goo.gl/u3BomvpSwK31yhrx8

Seni lukis adalah cabang seni rupa yang diwujudkan melalui karya dua dimensi bermediakan kanvas atau permukaan datar lain yang di isi oleh unsur-unsur pokok garis dan warna melalui cat atau pewarna dan pembubuh gambar lainnya.

Lukisan dapat berisi representasi alam seperti potret wajah, hewan, pemandangan. Bisa juga memuat gambar abstrak yang merupakan penyederhanaan bentuk alam. Atau berisi ungkapan ekspresif dari seniman berupa komposisi bentuk nonrepresentatif (tidak menyerupai apapun).

Soedarso Sp (1990: 11) mengatakan bahwa melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi untuk mendapatkan kesan tertentu, dengan melibatkan ekspresi, emosi dan gagasan pencipta secara penuh.

Seni lukis merupakan pengembangan dari menggambar. Lukisan memiliki corak atau gaya yang lebih rumit. Teknik dan bahan yang digunakan juga dapat lebih beragam dari menggambar pada umumnya.

 

2.2 Alat dan Bahan Dalam Melukis

·         Alat

1.      Kuas

https://images.app.goo.gl/p7VTzHJyasX8RNk38

Kuas yang kita pakai sangat berpengaruh terhadap hasil lukisan kita. Kuas sendiri ada banyak macamnya, mulai dari bulu yang kecil meruncing hingga yang bulu lebar lurus dan lebar miring. Semua itu memiliki fungsi yang berbeda.

2.      Palet

https://images.app.goo.gl/fm6guSmaXxS9t1qx9

Palet adalah tempat untuk mencampur cat atau tempat untuk menyiapkan cat sebelum diaplikasikan ke kanvas. Palet yang bagus adalah palet yang bersifat licin karena minyak tak dapat meresap kedalamnya.

3.      Pisau palet

 

https://images.app.goo.gl/JtDyz58ouNsyFa347

Pisau palet sebenarnya berfungsi untuk mengaduk cat minyak diatas palet agar didapat komposisi warna yang rata, mengkilat dan maksimal.

 

4.      Easel

https://images.app.goo.gl/Q3HU2iS1kwe8kPgu9

Easel adalah papan untuk menjepit kanvas. Papan ini memiliki kaki dan berdiri agak miring serta dapat di stel naik turun.

·         Bahan-bahan untuk melukis

1.      Cat/Tinta

   Cat/tinta adalah cairan yang dibuat khusus untuk melukis, membuat kaligrafi, dan membuat karya tulis. Sebenarnya banya bahan lain selain cat yang bisa digunakan untuk melukis, bahkan bahan alami sekalipun. Contohnya : getah daun jati menghasilkan warna merah jika digoreskan ke media kertas atau kain, dengan ekspirimen tertentu oleh pelukis, daun tersebut dapat dijadikan sebagai pengganti cat.
Cat sendiri banyak macamnya, berikut ulasan singkat tentang macam-macam cat.

1. Cat minyak
2. Cat air / aquarel
3. Cat poster

4. Cat akrilik (acrylic)

5. Cat tekstil

6. Tinta bak / tinta cina

 

2.      Media bahan untuk melukis.

Pada umumnya media untuk melukis berbentuk datar 2 dimensi, kertas dan kanvas adalah 2 media yang paling sering digunakan.


 

2.3 Lukisan “Kakak dan Adik karya Basoeki Abdullah”

 

Pelukis  Basoeki Abdullah

Tahun : 1971

         

          2.3.1 Tema Karya

              Lukisan ini merupakan salah satu karyanya yang menunjukkan kekuatan penguasaan teknik Realisme. Dengan pencahayaan dari samping, figur “Kakak dan Adik” yang dalam gendongan terasa mengandung ritme drama kehidupan. Dengan penguasaan proporsi dan anatomi, pelukis ini menggambarkan gerak tubuh mereka yang mengalunkan perjalanan sunyi. Suasana itu, seperti ekspresi wajah mereka yang jernih tetapi matanya menatap kosong. Apabila dengan pakaian mereka yang bersahaja dan berwarna gelap, sosok kakak beradik ini dalam selubung keharuan. Dari berbagai fakta tekstur ini, Basuki Abdullah ingin mengungkapkan empatinya pada kasih sayang dan kemanusiaan.

Namun demikian, spirit keharuan kemanusian dalam lukisan ini tetap dalam bingkai Romantisisime. Oleh karena itu, figur “Kakak Beradik” lebih hadir sebagai idealisasi dunia utuh atau bahkan manis, daripada ketajaman  realitas kemanusiaan yang menyakitkan. Pilihan konsep estetis yang demikian dapat dikonfirmasikan pada semua karya Basuki Abdullah yang lain. Dari berbagai mitologi, sosok-sosok tubuh yang telanjang, sosok binatang, potret-potret orang terkenal, ataupun hamparan pemandangan, walaupun dibangun dengan dramatisasi namun semua hadir sebagai dunia ideal yang cantik dengan penuh warna.

2.3.2 Deskripsi

       Lukisan kakak adik ini menunjukkan ekspresi figur kehidupan dimana seorang kakak sedang menggendong adiknya. Dengan mata yang jernih dan tatapan yang sangat hampa serta pakaian mereka yang bersahaja dan berwarna gelap, sosok kakak beradik ini dalam selubung keharuan. Dengan pencahayaan dari samping, figur kakak dan adik yang dalam gendongan terasa mengandung ritme drama kehidupan. Dengan penguasaan proporsi dan anatomi, pelukis ini menggambarkan gerak tubuh mereka yang mengalunkan perjalanan sunyi.

Lukisan ini tetap dalam bingkai romantisisme.Oleh karena itu, figur kakak beradik lebih hadir sebab idealisme dunia utuh atau bahkan manis, daripada ketajaman realitas kemanusiaan yang menyakitkan.

 

Suasana itu, seperti ekspresi wajah mereka yeng jernih tetapi matanya menatap kosong. Apalagi pakaian mereka yang bersahaja dan berwarna gelap, sosok kakak beradik ini dalam selubung keharuan. Dari berbagai fakta tekstual ini,lukisan ini ingin mengungkapkan empatinya pada kasih sayang dan rasa kemanusiaan.

 

2.3.3 Teknik yang digunakan

 

Teknik yang digunakan adalah teknik Impasto dimana goresan dari cat minyak tersebut menimbulkan efek hidup sehingga sangat mirip dengan aslinya. Penguasaan teknik sangat terlihat jelas dalam lukisan ini, dengan menggunakan teknik impasto dimana cat dilapiskan sangat tebal diatas kanvas sehingga arah goresan sangat terlihat seperti kesan kehadiran objek lebih terasa dan memberikan kesan ekspresi yang sangat kuat menambah semakin kuatnya daya tarik dari lukisan ini.

 

Kesatuan dalam lukisan kakak adik ini sangat menyatu dan mendukung, prinsip keseimbangan dalam lukisan ini bersifat simetris yang artinya lukisan tersebut seimbang dengan goresan warnanya. Kesatuan didalam lukisan ini juga termasuk dalam dinamis ( fleksibel dan mudah menyesuaikan).

 

2.3.4 Irama lukisan

 Irama yang digunakan adalah irama repetitif yaitu pengulangan bentuk, ukuran, dan  warna yang sama dalam lukisan ini.

 

2.3.5 Gaya

Berdasarkan aspek gaya dan corak dari lukisan ini terlihat Warna-warna yang menyatu dan seimbang yang spontanitas, serta keunikan goresan ekspresi pelototan cat langsung dari tubenya yang sangat keras sehingga lukisan ini menghidupkan ritme kehidupan yang sangat mengharukan.

 

Aspek kreativitas didalam lukisan ini  pun juga terlihat karena di dalamnya terdapat unsur pembaharuan, baik dari segi penggunaan media, teknik berkarya maupun unsur gagasan atau ide dan tidak terikat oleh ruang dan waktu. Lukisan Basuki Abdullah ini memberikan pewarnaan yang terlihat serta tiap goresan yang ditorehkan sang pelukis di dalam lukisannya sangat terlihat dan memiliki nilai krestifitas yang tinggi. 

 

 

 

    2.3.6 Makna Lukisan

1.    Dengan pencahayaan dari samping, figur kakak dan adik yang dalam gendongan terasa mengandung ritme drama kehidupan.

2.   Dengan penguasaan proporsi dan anatomi, pelukis ini menggambarkan gerak tubuh mereka yang mengalunkan perjalanan sunyi. Suasana itu, seperti ekspresi wajah mereka yang jernih tetapi matanya menatap kosong. Apabila dengan pakaian mereka yang bersahaja dan berwarna gelap, sosok kakak beradik ini dalam selubung keharuan.

3.   Dari berbagai fakta tekstur ini, Basuki Abdullah ingin mengungkapkan empatinya pada kasih sayang dan kemanusiaan.

4.    Spirit keharuan kemanusian dalam lukisan ini tetap dalam bingkai Romantisisime. Oleh karena itu, figur kakak beradik lebih hadir sebagai idealisasi dunia utuh atau bahkan manis, daripada ketajaman  realitas kemanusiaan yang menyakitkan.

2.3.7 Material yang digunakan

Material berarti bahan, bakal, barang yang akan dijadikan atau untuk membuat barang yang lain. Dalam mengekspresikan ide, dituntut kepiawaian dalam memilih material yang cocok, agar ide yang akan diekspresikan sesuai dengan yang direncanakan, bahwa antara material dan seniman selalu terjaga semacam proses dialektik yang bisa berbeda-beda sehubungan dengan material yang berbeda-beda.

.Lukisan ini di tuangkan di atas kanvas berukuran 65 × 79 cm dengan menggunakan cat minyak membuat lukisan ini menjadi terlihat lebih solid, menghasilkan warna yang nyata, tajam, dan terang. Selain itu, warnanya pun tidak mudah luntur, dan memberikan kesan mewah karena efek glossy.

 

 

 

 









BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

    Lukisan Basuki Abdullah yang berjudul “Kakak dan Adik”, 1971 ini merupakan salah satu karyanya yang menunjukkan kekuatan penguasaan teknik realis. Namun demikian, spirit keharuan kemanusiaan dalam lukisan ini tetap dalam bingkai romantisme.Oleh karena itu, figur kakak beradik lebih hadir sebagai idealisme dunia utuh atau bahkan manis, daripada ketajaman realitas kemanusiaan yang menyakitkan.

        Penguasaan teknik sangat terlihat jelas dalam lukisan ini, dengan menggunakan teknik impasto dimana cat dilapiskan sangat tebal diatas kanvas sehingga arah goresan sangat terlihat seperti kesan kehadiran objek lebih terasa dan memberikan kesan ekspresi yang sangat kuat menambah semakin kuatnya daya tarik dari lukisan ini.

Aspek gaya dan corak dari lukisan ini terlihat warna-warna yang menyatu dan seimbang yang spontanitas, serta keunikan goresan ekspresi pelototan cat langsung dari tubenya yang sangat keras sehingga lukisan ini menghidupkan ritme kehidupan yang sangat mengharukan.

 

3.2 Saran

         

Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan tentang seni lukis bagi para pembaca khususnya saya pribadi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

https://serupa.id/seni-lukis-pengertian-aliran-tema-alat-teknik-contoh/

 

http://galeri-nasional.or.id/collections/555-kakak_dan_adik

 

http://encyclopedia.jakarta-tourism.go.id/post/-kakak-dan-adik---seni-rupa?lang=id

 

http://megaplatina.blogspot.com/2014/03/apresiasi-karya-seni-rupa-modern.html?m=1

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini