TEORI BUDAYA




MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR

TEORI TEORI BUDAYA



 

Dosen Pembimbing :

ElY SAPTO UTOMO

 

Disusun oleh :

Nanda Caesar Novianti

 

 

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA

2020







DAFTAR ISI

Halaman Judul

Daftar Isi

Kata Pengantar

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan Masalah

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Budaya

2.2 Teori-Teori Budaya

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

 

 




KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Teori-Teori Budaya” dengan tepat waktu. Makalah ini disusun guna memenuhi tugas bapak Ely Sapto Utomo pada mata kuliah Ilmu Budaya Dasar di Universitas Gunadarma.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada bapak Ely Sapto Utomo selaku dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Tugas yang diberikan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi penulis. Dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan makalah ini. Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan penulis terima demi kesempurnaan makalah ini.

 

 

Depok, 29 Oktober 2020

Nanda Caesar Novianti


 






BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Budaya merupakan suatu hal yang tidak bisa dilepaskan dari manusia, karena kebudayaan selalu dipengaruhi oleh dinamisasi manusia dari cipta, rasa, dan karsa. Budaya merupakan ciptaan masyarakat yang berkembang dan dimiliki suatu kelompok, kemudian dikembangkan menjadi suatu kebiasaan aktifitas turun-temurun.

      Teori kebudayaan adalah kebudayaan yang timbul sebagai suatu usaha budi daya masyarakat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan di daerah-daerah seluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju kearah yang lebih maju. kemajuan adab, budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat mengembangkan atau memperkaya kebudayaan itu sendiri, serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.

 

Tantangan masa kini ialah dalam menemukan cara untuk mempertajam konsep budaya. Berbagai pemikiran mengemukakan tentang budaya sedemikian rupa sehingga konsep itu mempunyai cakupan yang terdiri atas bagian-bagian, lebih sedikit namun dapat mengungkapkan hal-hal yang lebih banyak.  Konsep tentang kebudayaan dapat dibedakan menjadi dua yaitu sebagai sistem adaptif dan kebudayaan sebagai sistem ideasional.

 

1.2 Rumusan Masalah

        1. Apa Itu Budaya?

        2. Apa Saja Teori-Teori Budaya?

 

1.3 Tujuan Penulisan

1. memenuhi tugas Ilmu Budaya Dasar tentang Teori-Teori Budaya

2. menambah pengetahuan tentang arti budaya dari beberapa ahli

3. menambah pengetahuan tentang teori-teori budaya


 







BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Budaya

https://images.app.goo.gl/Lq38vk9h8EY8nx6x5


          Kata budaya berasal dari bahasa Sansekerta “Buddhayah”. Kata tersebut merupakan bentuk jamak dari kata “buddi” yang berarti  akal, pikiran atau budi. Dalam bahasa Sansekerta budaya memiliki arti sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan akal, pikiran atau budi.

Sedangkan dalam bahasa Latin, kata budaya berasal dari kata “colere” artinya mengolah atau mengerjakan. Dalam bahasa inggris “Culture” artinya budaya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, budaya diartikan sebagai adat-istiadat, akal, pikiran, maupun budi. Kata budaya lebih merujuk kepada pola pikir seorang manusia. Segala hal tersebut berkaitan dengan bahasa atau metode komunikasi, kebiasaan yang terjadi di lingkungan atau biasa disebut dengan adat- istiadat.

            Menurut beberapa ahli :

·         Andreas Eppink

Pengertian budaya mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

·         Ki Hajar Dewantara

Kebudayaan merupakan buah budi manusia dalam hidup bermasyarakat.

·         Koentjaraningrat

Budaya adalah keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar.

·         William H. Haviland

Budaya adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di terima oleh semua masyarakat.

·         Menurut Edward Burnett Tylor

Pengertian budaya merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

 

Dapat disimpulkan bahwa budaya memiliki makna yang berkaitan dengan akal, budi, adat istiadat dan tingkah laku manusia. Budaya ini tumbuh di tengah masyarakat dan diwariskan secara turun temurun. Ada juga yang mengartikan budaya sebagai pola hidup yang sudah tumbuh lalu berkembang di sekelompok manusia untuk mengatur tingkah lakunya serta mengatur antar individu tentang apa yang boleh dilakukan dalam melakukan interaksi dengan kelompok manusia lainnya.

2.2 Teori – Teori Budaya

1.       Teori Evolusi


Teori evolusi merupakan buah filsafat materialistik yang muncul bersamaan dengan kebangkitan filsafat-filsafat materialistik kuno dan kemudian menyebar luas di abad ke 19. Seperti telah disebutkan sebelumnya, paham materialisme berusaha menjelaskan alam semesta melalui faktor-faktor materi.

Karena menolak pencipta, pandangan ini menyatakan bahwa segalah sesuatu, hidup ataupun tak hidup, muncul tidak melalui pencipta tetapi dari sebuah peristiwa kebetulan yang kemudian mencapai kondisi teratur. Akan tetapi, akal manusia sedemikian terstruktur sehingga mampu memahami keberadaan sebuah kehendak yang mengatur di mana pun ia menemukan keteraruran.

    Charles Darwin adalah ilmuwan pertama yang mencetuskan teori evolusi yang telah banyak terbukti menghadapi pengujian ilmiah. Sampai saat ini, teori Darwin mengenai evolusi yang terjadi karena seleksi alam dianggap oleh mayoritas komunitas sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi. Darwin melengkapi teori evolusinya dengan menerapkan prinsip yang sama dengan asal-usul spesies kepada asal-usul manusia dan memberikan tempat kepada manusia melakukan proses evolusi dalam rangka seleksi alam dan mempertahankan eksistensinya di alam.

2.     Teori Difusi

 

https://images.app.goo.gl/nmQt4ZDNGLvHcZrA8

Teori difusi kebudayaan dimaknai sebagai persebaran kebudayaan yang disebabkan adanya migrasi manusia. Perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, akan menularkan budaya tertentu. Hal ini akan semakian tampak dan jelas kalau perpindahan manusia itu secara kelompok dan atau besar-besaran, di kemudian hari akan menimbulkan difusi budaya yang luar biasa.

Setiap ada persebaran kebudayaan, di situlah terjadi penggabungan dua kebudayaan atau lebih. Akibat pengaruh kemajuan teknologi-komunikasi, juga akan mempengaruhi terjadinya difusi budaya. Keadaan ini memungkinkan kebudayaan semakin kompleks dan bersifat multikultural. Dengan adanya penelitian difusi, maka akan terungkap segala bentuk kontak dan persebaran budaya sampai ke wilayah yang kecil-kecil. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kontribusi pengkajian difusi terhadap kebudayaan manusia bukan pada aspek historis budaya tersebut, melainkan pada letak geografi budaya dalam kewilayahan dunia.

3.      Teori Fungsionalisme

https://images.app.goo.gl/V1vctJ9jrnZw47Mk8

Tokoh-tokoh yang pertama kali mencetuskan fungsional yaitu August Comte, Emile Durkheim dan Herbet Spencer. Durkheim mengungkapkan bahwa masyarakat adalah sebuah kesatuan dimana di dalamnya terdapat bagian – bagian yang dibedakan. Bagian-bagian dari sistem tersebut mempunyai fungsi masing – masing yang membuat sistem menjadi seimbang. Bagian tersebut saling interdependensi satu sama lain dan fungsional, sehingga jika ada yang tidak berfungsi maka akan merusak keseimbangan sistem. Pemikiran inilah yang menjadi sumbangsih Durkheim dalam teori Parsons dan Merton mengenai struktural fungsional.  Para fungsionalisme menyatakan bahwa fungsionalisme merupakan teori tentang proses kultural.

Dengan demikian  dasar penjelasan fungsionalisme yaitu asumsi bahwa semua sistem budaya memiliki syarat – syarat fungsional tertentu untuk memungkinkan suatu sistem budaya memiliki kebutuhan (kebutuhan sosial ala Radcliffe Brown atau bilogis individual ala Malinowski) yang semuanya harus dipenuhi agar sistem itu dapat bertahan hidup. Apabila kebutuhan ssitem fungsionalis itu tidak dipenuhi maka sistem itu akan mengalami disintegrasi dan “mati” atau akan berubah mejadi sisitem lain yang berbeda jenis. Fungsionalisme didasarkan pada pandangan yang melebihkan aspek sosial dan melihat bahwa perilaku manusia merupakan hasil dari sosialisasi yang menentukan seperti apa tindakan sosialnya.

4.     Teori Kontak Budaya 



Budaya yang lebih tinggi dan aktif akan mempengaruhi budaya yg lebih rendah dan pasif melalui kontak budaya (Malinowski, 1983:21-23). Teori Malinowski ini sangat nampak dalam pergeseran nilai-nilai budaya kita yang condong ke Barat. Dalam era globalisasi informasi menjadi kekuatan yang sangat dahsyat dalam mempengaruhi pola pikir manusia. Budaya barat saat ini diidentikkan dengan modernitas (modernisasi), dan budaya timur diidentikkan dengan tradisional atau konvensional. Orang tidak saja mengadopsi ilmu pengetahuan dan teknologi Barat sebagai bagian dari kebudayaan tetapi juga meniru semua gaya orang Barat, sampai-sampai yang di Barat dianggap sebagai budaya yang tidak baik tetapi setelah sampai di Timur diadopsi secara membabi buta. 

 

5.     Teori Tindakan

Teori tindakan atau action theory (Talcott Parson, E. Shils, Robert K. Merton dan lain-lain). Kebudayaan (berdasarkan teori tindakan ini) terdiri dari empat komponen sebagai berikut :

1)       Sistem Budaya ‘Culture System’ yang merupakan komponen yang abstrak dari kebudayaan yang terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, konsep-konsep, tema-tema berpikir dan keyakinan-keyakinan (lazim disebut adat-istiadat).

Di antara adat-istiadat tersebut terdapat “sistem nilai budaya”, “sistem norma” yang secara khusus dapat dirinci dalam berbagai norma menurut pranata yang ada di masyarakat. Fungsi sistem budaya adalah menata dan memantapkan tindakan-tindakan serta tingkah-laku manusia.

 

2)     Sistem Sosial ‘Social System’; terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia atau tindakan-tindakan dari tingkah laku berinteraksi antarindividu dalam bermasyarakat. Sebagai rangkaian tindakan berpola yang berkaitan satu sama lain, sistem sosial itu bersifat kongkrit dan nyata dibandingkan dengan sistem budaya (tindakan manusia dapat dilihat atau diobservasi).

 

3)      Sistem Kepribadian ‘Personality System’; adalah soal isi jiwa dan watak individu yang berinteraksi sebagai warga masyarakat. Kepribadian individu dalam suatu masyarakat walaupun satu sama lain berbeda-beda, namun dapat distimulasi dan dipengaruhi oleh nilai-nilai dan norma-norma dalam sistem budaya dan dipengaruhi oleh pola-pola bertindak dalam sistem sosial yang telah diinternalisasi melalui proses sosialisasi dan proses pembudayaan selama hidup, sejak kecilnya. Dengan demikian sistem kepribadian manusia berfungsi sebagai sumber motivasi dari tindakan sosialnya.

 

4)    Sistem Organik ‘Organic System’ melengkapi seluruh kerangka sistem dengan mengikut-sertakan proses biologik dan bio kimia ke dalam organisme manusia sebagai suatu jenis makhluk alamiah. Proses biologik dan biokimia tersebut apabila dipelajari lebih dalam ikut menentukan kepribadian individu, pola-pola tindakan manusia, dan bahkan gagasan-gagasan yang dicetuskan (Koentjaraningrat, 1980: 235-236). Kebiasaan suku Lampung bila menghidangkan tamu yang dihormati, atau kerabat yang dihormati adalah menyuguhkan kepala ikan ‘culture system’.

 

         

 




BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

          Seperti yang kita tahu budaya dapat diartikan sebagai pola hidup yang sudah tumbuh lalu berkembang di sekelompok manusia untuk mengatur tingkah lakunya serta mengatur antar individu tentang apa yang boleh dilakukan dalam melakukan interaksi dengan kelompok manusia lainnya yang diwariskan secara turun temurun. Dengan adanya teori-teori budaya kita dapat mengetahui budaya dari berbagai macam aspek/sudut yang berbeda-beda. Walau kebudayaan di Indonesia beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan Eropa, Tionghoa, India, Arab, dan lain sebagainya.

3.2 Saran

 Kita sebagai munusia yang berbudaya hurus dapat berprilaku sesuai norma atau aturan yang menjadi kebudayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita. Kita juga wajib merghormati kebudayaan dengan selalu menjaga dan memelihara kebudayaan tersebut.


 







DAFTAR PUSTAKA

http://blog.unnes.ac.id/wiwinwahyu99/2017/09/24/teori-teori-budaya/

http://mustazab81.blogspot.com/2013/06/teori-teori-kebudayaan.html?m=1

https://www.mypurohith.com/pengertian-budaya/

https://b-pikiran.cekkembali.com/budaya/

http://anggindee.blogspot.com/2017/01/pengertian-teori-budaya-dan-akulturasi.html?m=1

 

 

 

 

          



Komentar

Postingan populer dari blog ini