MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
LAGU DAERAH
“GUNDUL – GUNDUL PACUL”
Dosen Pembimbing :
Ely Sapto Utomo
Disusun oleh :
Nanda Caesar Novianti
Fakultas Ekonomi
Jurusan Manajemen
Universitas Gunadarma
2020
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Filosofi Lagu Gundul – Gundul
Pacul
2.2 Makna Lirik Lagu Gundul-Gundul
Pacul
2.3 Alat Pengiring Gundul-Gundul
Pacul
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan kesempatan kepada saya untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat
dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Lagu Daerah
Gundul – Gundul Pacul ” dengan tepat waktu. Makalah ini disusun guna memenuhi
tugas bapak Ely Sapto Utomo pada mata kuliah Ilmu Budaya Dasar di Universitas
Gunadarma.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada bapak Ely Sapto
Utomo selaku dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Tugas yang diberikan ini
dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi penulis. Dan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu proses penyusunan makalah ini. Penulis
menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun akan penulis terima demi kesempurnaan makalah ini.
Depok, 28
Desember 2020
Nanda
Caesar Novianti
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Lagu
daerah merupakan kekayaan budaya bangsa. Di Indonesia setiap daerah mempunyai
lagu daerah nya masing-masing dengan bahasa daerah masing-masing. Lagu – lagu
daerah sangatlah menarik dan mengandung pesan positif untuk kehidupan
sehari-hari.
Salah
satu nya ialah lagu daerah yang bejudul gundul – gundul pacul. Lagu ini berasal
dari daerah Jawa Tengah, lagu ini diciptakan oleh Sunan Kalijaga pada tahun
1400 an. Lagu berbahasa jawa ini merupakan tembang dengan syair yang indah dan
penuh makna. Lagu ini diciptakan oleh Sunan Kalijaga untuk menyampaikan pesan
kepada para pemimpin, agar menjadi pemimpin yang tidak sombong akan jabatannya
dan amanah dalam tugasnya.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Filosofi lagu gundul-gundul pacul
2.
Makna lirik gundul-gundul pacul
1.3 Tujuan Penulisan
Memenuhi
tugas Ilmu Budaya Dasar tentang lagu daerah
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Filosofi lagu Gundul-Gundul Pacul
https://images.app.goo.gl/qCEHhjtropgMFLBe9
Gundul – gundul pacul
berasal dari daerah Jawa Tengah. Lagu gundul – gundul pacul diciptakan oleh
Sunan Kalijaga pada tahun 1400-an. ‘Gundul’ adalah kepala plonthos tanpa
rambut. Kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang. Rambut
adalah mahkota lambang keindahan kepala. jadi ‘gundul’ adalah kehormatan tanpa
mahkota.
‘Pacul’ adalah cangkul yaitu alat petani
yang terbuat dari lempeng besi segi empat, jadi pacul adalah lambang
kawula rendah, kebanyakan petani.
‘Gundul pacul’ artinya adalah bahwa seorang
pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa
pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Dengan
demikian makna lagu gundul – gundul pacul adalah bahwa seorang pemimpin
sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi, dia adalah pembawa pacul
untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya atau orang banyak.
Orang
Jawa mengatakan pacul adalah “papat kang
ucul” ( empat yang lepas ). Maksudnya kemuliaan orang tergantung dari empath
hal, yaitu bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.
1.
Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat
/masyarakat/orang banyak
2.
Telinga digunakan untuk mendengar nasihat
3.
Hidung digunakan untuk mencium aroma wewangian kebaikan
4.
Mulut digunakan untuk berkata dalil
Jika 4 hal tersebut lepas,
maka lepas jugalah kehormatannya.
2.2 Makna Lirik Lagu Gundul – Gundul
Pacul
Gundul gundul
pacul-cul, gembelengan
Nyunggi nyunggi wakul-kul, gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar
Kata Gundul pada lirik lagu tersebut
bermakana bahwa kepemimpinan merupakan amanah, bukan kehormatan. Hal tersebut
diambil dari makna kata Gundul itu sendiri yang berarti kepala tanpa rambut.
Kepala melambangkan kepemimpinan sedangkan rambut melambangkan kehormatan. Pacul
merupakan alat tani yang menajdi simbol rakyat masyarakat bawah, sedangkan
maksud dari kata pacul pada lagu gundul-gundul adalah merakyat. Kata Pacul pun
merupakan inisial dari papat kang ucul yang berarti Mata, Telinga, Hidung, dan
Mulut. Kalimat Gundul gundul pacul-cul, gembelengan bermakana bahwa jika
seorang pemimpim tidak menggunakan mata, telinga, hidung, dan mulut nya untuk
kepentingan rakyat, maka tatanan sosial masyarakat akan berantakan (gembelengan).
Kemudian arti gemblelengan yaitu
besar kepala, sombong, dan suka bermain-main dalam menggunakan kehormatannya.
Banyak pemimpin yang lupa bahwa dirinya sesungguhnya mengemban amanah rakyat,
tetapi dia malah menggunakan kekuasaannya sebagai kemuliaan dirinya,
menggunakan kedudukannya untuk berbangga-bangga di antara manusia, dan
menganggap kekuasaan itu karena kepandaiannya.
nyunggi nyunggi
wakul-kul maksudnya adalah membawa
bakul (tempat nasi) di kepalanya. Wakul sendiri menyimbolkan kesejahteraan
rakyat, kekayaan negara, sumber daya, pajak, dan sebagainya. Banyak pemimpin
yang lupa bahwa dia mengemban amanah penting membawa bakul di kepalanya.
Artinya bahwa kepala yang dia anggap sebagai kehormatannya berada di bawah
bakul milik rakyat. Pemilik bakul lebih tinggi kedudukannya dibandingkan
pembawa bakul karena ia hanyalah pembantu si pemiliknya. Dan sekarang banyak
sekali pemimpin yang masih gembelengan, melenggak lenggokan kepalanya dengan
sombong, mereka pun bahkan bermain-main dengan kedudukannya.
Akibat dari semua itu ya wakul ngglimpang segane dadi
sak latar, bakul terguling dan nasinya tumpah kemana-mana. Artinya,
jika pemimpin gembelengan maka sumber daya akan tumpah kemana-mana, tidak
terdistribusi dengan baik dan kesenjangan muncul dimana-mana. Nasi yang sudah
tumpah ke tanah sudah tidak bisa untuk dimakan lagi karena kotor.
Jadi, Gundul gundul Pacul-cul artinya
orang yang keempat inderanya (mata, hidung, telinga, dan mulut) tidak digunakan
dengan baik akan mengakibatkan Gembelengan atau
sombong. Sedangkan Nyunggi nyunggi wakul-kul artinya
siapa yang menjunjung amanah rakyatnya dengan Gembelengan (sombong
hati) maka akhirnya akan Wakul Ngglimpang atau
amanahnya akan jatuh dan tidak bisa dipertahankan sehingga Segane
dadi sak latar, kepemimpinannya itu berantakan sia-sia, tidak bisa
bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat.
2.3
Alat Musik Pengiring Lagu Gundul – Gundul Pacul
1. Saron
https://images.app.goo.gl/z6sq5s6v29Bu4VK8A
2. Gendang
https://images.app.goo.gl/bQN6x5TvZoeT26MA6
3. Suling
https://images.app.goo.gl/WH7LtmkvPzJwJ5haA
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Lagu daerah gundul-gundul
pacul sangat lah dalam maknanya. lagu ini diciptakan oleh Sunan Kalijaga untuk
menyampaikan pesan kepada para pemimpin, agar menjadi pemimpin yang tidak
sombong akan jabatannya dan amanah dalam tugasnya.
3.2 Saran
Lagu – lagu daerah negara
Indonesia harus tetap dilestarikan dengan cara memperkenalkannya pada
genarasi-generasi muda agar keberadaannya tidak punah dan lagunya tidak
terdengar asing bagi generasi-generasi selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2015/11/28/hebatnya-makna-dan-filosofi-gundul-gundul-pacul
https://www.mohammadidris.id/gundul-gundul-pacul/

Komentar
Posting Komentar